Tazkiyatun Nafs

Kerugian Menjadi Pendengki

Ada rasa nikmat ketika kita mampu berbuat baik pada orang yang tidak berbuat baik pada kita.

Kedengkian itu tidak ada gunanya. Sementara mendengki, lalu biasanya ghibah dan memburuk-burukkan seseorang yang didengki, yang didengki bisa saja memperbaiki ibadahnya dan meningkatkan amalannya. Sementara dosa yang yang didengki pindah ke pendengki, pahala pendengki pindah ke yang didengki. Apalagi si pendengki sudah cukup tersiksa hatinya dan tidak nyaman jiwanya. Sungguh merugi.

Rasulullah SAW bersabda;
“Hindarilah dengki karena dengki memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu.”

Bagaimana sikap terhadap pendengki?
Al Quran menjelaskan:
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35)

Maka untuk menyikapi pendengki:

  1. Jangan terpengaruh kejahatannya.
  2. Berbuat baik dan tidak balas menyakitinya.
  3. Berdoa kepada Allah, dengan membaca surat Al Falaq maupun doa proteksi.
  4. Sabar.
  5. Doakan si pendengki tersebut mendapatkan hidayah, istiqomah, dan husnul khotimah.

Semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam bishowab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s