Tazkiyatun Nafs

Ridho dalam Memaknai Takdir

Ridho dalam Memaknai Takdir.jpg

Daun yang gugur tidak pernah protes dan menyalahkan angin. Daun tidak berkata seperti misalnya, “Tubuhku masih hijau, tubuhku belum sepenuhnya menguning dan layu, mengapa kau jatuhkan aku ke bumi, wahai angin?”
Tidak demikian. Daun hanya mengikuti kemana arah angin membawa dirinya. Dia tunduk, patuh, lalu bersatu dengan tanah untuk menjalani proses kehidupan berikutnya. Dia sadar, dia bisa menjadi pupuk alami yang membantu pertumbuhan organisme berikutnya. Dia memahami hakikat dirinya. Dia menyerahkan diri pada kehendak Penguasanya, Rabbnya, Tuhan alam semesta.

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”
QS. Al-An’aam (6):59

Segala ikhtiar yang kita lakukan merupakan takdir ikhtiar yang Allah sudah ketahui. Maka terapkanlah minallah (dari Allah), billah (bersama Allah), ilallah (menuju Allah) dalam setiap aktivitas dan ikhtiar kita, agar selamat dari niat tidak lurus, proses yang tidak khusyuk, ataupun kesombongan/keangkuhan juga sikap tidak ridho pada pangkalnya.

Wa’allahu ‘alam bishowab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s