Akhlak

Mudahkanlah Memaafkan

Ada sebuah kisah mengenai seorang calon penghuni surga yang ternyata Beliau biasa-biasa saja  amalnya; sholatnya biasa, puasanya biasa. Namun mengapa Beliau sudah dijamin masuk surga? Ternyata setelah ditelusuri oleh para sahabat, karena setiap hendak tidur, Beliau  memaafkan siapa saja yang bersalah padanya. Masya Allah. Inilah dasyatnya AMALAN HATI.

نْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.”

Setiap kita pasti pernah bertemu dengan orang yang menyakiti hati kita, yang sebenarnya adalah guru kehidupan yang Allah kirim untuk melatih kedewasaan dan kesabaran kita. Kita juga pernah kecewa, bukan kita didukung malah dijatuhkan. Kebaikan kita diingkari, keburukan kita disebar-sebarkan. Namun kembalikan semua  pada Allah. Jangan menganggap musuh terhadap orang yang sebenarnya bisa jadi  teman kita, siapa tau dia sangat perhatian pada kita hingga mengkritik kita, siapa tau dia sebenarnya iri dan menginginkan apa yang ada di diri kita, siapa tau sebenarnya dia belum mengenal kita, siapa tau sebenarnya kita hanya kurang komunikasi saja.

Semakin kita mudahkan maaf, semakin daya tampung kita menerima anugrah Allah akan membesar. Semakin banyak rezeki, semakin bahagia. Karena sejatinya, energi dendam itu akan menyumbat dan mengotori aliran energi kita.
Jika masih sulit untuk memaafkan (karena kita juga manusia biasa yang membutuhkan proses penyembuhan luka), maka abaikan. Menghindari itu lebih menjaga hati.
Nabi juga pernah melakukan ini. Ketika seseorang membunuh paman Beliau dalam peperangan, Nabi memaafkan, namun Nabi meminta agar orang tersebut menjauh dari Beliau.

Proses penyembuhan luka tergantung pada luka itu sendiri dan pada individu masing-masing dalam recovery processnya. Langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  1. Curhat kepada Allah, bawa dalam doa di sholat Tahajjud.
  2. Berkonsultasi kepada ulama atau orang yang memiliki ilmu dan netral. Sehingga inputnya bisa obyektif.
  3. Memberikan kesempatan pada hati kita sendiri untuk pulih. Tiap orang berbeda-beda. Namun selalu ingat, bahwa tidak ada orang yang ma’shum (bebas dari kesalahan).
  4. Memperbanyak sedekah, sehingga keikhlasan kita akan semakin terlatih. Hingga suatu ketika, ketika kita mengingat dan mengenang peristiwa yang menyakitkan tersebut kita bisa berkata, “Terima kasih telah membantu proses kedewasaan saya. Semoga engkau bahagia dunia-akhirat, mendapat hidayah, istiqomah, dan husnul khotimah. Saya mencintaimu karena Allah.”

Semoga bermanfaat bagi iman Islam kita. Wa’allahu alam bishowab.

Referensi:

https://almanhaj.or.id/2976-i-k-h-l-a-s.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s