Tazkiyatun Nafs

Ikhlas akan Menjadikan Seseorang Terjaga dari Dosa

Di antara pelajaran yang dapat kita petik dari kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam adalah, ikhlas merupakan sebab teragapainya berbagai macam kebaikan. Dengan ikhlas pula seorang hamba akan terjaga dari segala bentuk kekejian atau dosa.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah ta’ala (setelah Allah menyebutkan kisah Nabi Yusuf dengan Zulaikha’ , tatkala Zulakha’ merayu Yusuf untuk melakukan tindakan asusila) :
كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
Demikianlah Kami memalingkan Yusuf dari perbuatan munkar dan keji. Sesungguhnya, Yusuf itu termasuk hamba-hamba kami yang ikhlas.” (QS. Yusuf: 24).
Dalam qira’ah lain (red. qira’ah Ibnu Katsir) disebutkan “al-mukhlishin“; huruf “laam” nya berharakat kasrah. Maknanya adalah orang-orang yang dipilih Allah dengan akhlak yang luhur. Karena mereka senantiasa mengingat negeri akhirat.
Kedua makna ini (red. ikhlas dan orang-orang yang dipilih Allah..) saling berkaitan erat, Allah ta’ala memilih mereka karena keikhlasan mereka dalam beribadah kepadaNya.
Oleh karena itu barangsiapa yang ikhlas, ia akan menjadi hamba-hamba pilihan Allah dan Allah akan menyelamatkan dia dari mara bahaya, Allah juga akan menjaga dia dari dosa dan perbuatan keji.(Lihat: Fawaaid mustanbatoh min qisshoti yusuf, hal: 38. Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah).
Bagaimana Agar Bisa Ikhlas?
Bukan perkara mudah memang untuk meraih keikhlasan itu. Namun bukan berarti kemudian kita berpangku tangan tanpa kesungguhan untuk menggapainya. Sufyan Ats Tsauriy pernah mengatakan,
ما عالجت شيئا أشد علي من نيتي لأنها تتقلب عليَّ
“Tak ada sesuatu yang lebih susah aku obati daripada niatku. Karena niat senantiasa berubah-ubah.”
Kita semua tahu siapa Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah. Seorang alim besar dan ahli ibadah yang hidup di masa tabi’in, tiga generasi emas umat ini yang disebutkan dalam sabda Nabi shallallahua’laihiwasallam. Seorang alim sekelas beliau saja harus berjuang keras dan selalu berjuang untuk untuk bisa ikhlas. Lalu siapalah kita sehingga kita mengabaikan keikhlasan ?! Jadi untuk meraih keikhlasan dibutuhkan kesungguhan dan perjuangan yang besar.
Allah tidak akan membebani hambaNya di luar batas kemampuannya. Oleh karena itu barangsiapa yang bersungguh-sungguh dalam menggapai keikhlasan serambi memohon taufik dari Allah, maka ia akan menggapai keikhlasan tersebut. Dan betapa indahnya ibadah yang dilakukan karena ikhlas hanya mengharap wajah Allah; tanpa mengharap pujian atau penilaian dari seorang makhlukpun.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s