Tafakur

Mensyukuri Tanda CintaNya (Lanjutan)

Waktu kita terbatas. Tuliskan apa yang menjadi fokus hidup dan kerjakan. Jika Allah izinkan rencanamu menjadi kenyataan, bersyukurlah dan tetaplah menunduk. Ingat bahwa itu semua bukan karena kepandaianmu, kekuatanmu, dan usahamu. Tapi karena Allah. 
Jika pada ujung perjuangan, takdir Allah tidak sesuai dengan rencanamu, maka terimalah. Allah tidak hendak menyulitkanmu, pun bukan tidak sayang padamu. Percayalah ada saatnya dimana kamu akan sangat bersyukur dengan rencana Allah.

Ikhlas (yang dalam konteks ridho, bukan dalam konteks pamer) butuh kepercayaan, keyakinan, dan ketundukan terhadap rencana-rencana Allah. Semua telah tertulis dalam Lauh Mahfudz jauh sebelum seseorang dilahirkan ke muka bumi.

Jika kau temui saudaramu ada yang kurang dalam keikhlasan, maka sebenarnya itu cobaan dalam jiwanya. Jangan kau ghibahi dia, jangan kau jelek-jelekan. Apa manfaatnya? Jauh lebih baik doakan saudaramu agar diberikan kelapangan hati dalam menerima semua ketetapan Allah. Jangan pula mengatakan dia tidak menjiwai dan faham ilmu dan ibadahnya. Hidayah. Itulah yang dibutuhkan saudaramu.

Palembang, 9 Desember 2016
~IPS~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s